Template information

Download Kitab Tafsir Al-Mannar - Rosyid Ridho



Judul kitab : Tafsir Al-Qur'an Al-Hakim (Tafsir Al-Mannar)

Penulis : Sayyid Muhammad Rosyid Ridho

Muhaqqiq : -

Penerbit : An-Nadiroh

Cetakan : Kedua

Tahun terbit : 1947

Link download (PDF) : Cover  Juz 1  Juz 2  Juz 3  Juz 4  Juz 5  Juz 6  Juz 7  Juz 8  Juz 9  Juz 10  Juz 11  Juz 12
  ............................................................

 Postingan Terkait


KITAB - KITAB TAFSIR UMUM

Tafsir Imam Syafi'i

Tafsir Ath-Thobari

Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Ad-Durrul Mantsur - Imam Suyuthi

Tafsir Ibnu Abi Hatim

Tafsir Imam Mujahid

Tafsir As-Sirojul Munir - Imam Khotib Asy-Syarbini

Tafsir Qurthubi

Tafsir Ibnul Mundzir

Tafsir Al-Kabir/Mafatihul Ghoib - Imam Fakhrurrozi

Tafsir Ruhul Ma'ani - Imam Al-Alusi

Tafsir Al-Bahrul Muhith - Abu Hayyan Al-Andalusi

Tafsir An-Nasafi

Tafsir Al-Khozin

Tafsir Sufyan Ats-Tsauri

Tafsir Al-Baghowi

Tafsir Al-Mannar - Rosyid Ridho

Tafsir Al-Maroghi

Tafsir At-Tahrir Wat-Tanwir - Ibnu Asyur

Tafsir Fathul Qodir - Asy-Syaukani

Tafsir Al-Kasysyaf - Az-Zamakhsyari

Tafsir Al-Wajiz - Al-Wahidi

Tafsir Al-Wasith - Al-Wahidi

Tafsir Al-Basith - Al-Wahidi


KITAB - KITAB TAFSIR AYAT AHKAM

Ahkamul Qur'an Lil Imam Asy-Syafi'i - Imam Baihaqi

Ahkamul Qur'an - Ilkiya Al-Harrosyi

Al-Iklil Fi Istibatit Tanzil - Imam Suyuthi

Ahkamul Qur'an - Imam Ibnul Arobi

Ahkamul Qur'an - Al-Jashshoh

Ahkamul Qur'an - Ath-Thohawi

Ahkamul Qur'an - Al-Jahdhomi

Ahkamul Qur'an - Ibnul faros Al-Andalusi

Tafsir Nailul Marom Min Tafsir Ayat Ahkam - Shiddiq Hasan Khan

Rowa'iul Bayan Tafsir Ayat Ahkam - Ali Ash-Shobuni

Tafsir Ayat Ahkam - Abdul Qodir Syaibatul Hamd

Hukum memberikan nama pada hewan



Pertanyaan :
Assalamu'alaikum
Apa hukumnya memberi nama kepada hewan seperti nama orang atau nama-nama dari al qur'an, misalnya kucing dberi nama malik?

(Dari : Iis EL-miyAh )


Jawaban :
Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh

Beberapa riwayat hadits menunjukkan bahwa Rasulullah juga memberikan nama pada beberapa hewan yang beliau miliki, diantaranya adalah sebagai berikut;

كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَاقَةٌ تُسَمَّى العَضْبَاءَ

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memiliki unta yang dinamakan dengan Al 'Adhbaa'” (Shahih Bukhari, no.2872)

كَانَ لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي حَائِطِنَا فَرَسٌ يُقَالُ لَهُ اللُّحَيْفُ

"Nabi shallallahu 'alaihi wasallam memiliki kuda yang berada di kebun kami yang diberi nama Al Luhaif" (Dhahih Bukhari, no.2855)

Begitu juga yang dilakukan oleh sahabat-sahabat Nabi, mereka juga biasa memberikan nama untuk hewan tunggangannya,

عَنْ قَتَادَةَ، قَالَ: سَمِعْتُ أَنَسًا، يَقُولُ: كَانَ فَزَعٌ بِالْمَدِينَةِ، فَاسْتَعَارَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَسًا مِنْ أَبِي طَلْحَةَ يُقَالُ لَهُ المَنْدُوبُ

“Dari Qatadah berkata, aku mendengar Anas berkata: "Di Madinah terjadi kegaduhan, lalu Nabi shallallahu 'alaihi wasallam meminjam kuda milik Abu Thalhah yang bernama Al Mandub” (Shahih Bukhari, no.2627)

Berdasarkan hadits-hadits tersebut para ulama’ mengambil dalil kebolehan memberikan nama pada hewan, sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Al-Muhallab, Imam Al-Baghowi dan Imam Al-Munawi.

Kesimpulannya, memberikan nama bagi hewan itu hukumnya boleh, namun hendaknya tidak menggunakan nama-nama yang dimuliakan dalam agama Islam, seperti nama-nama Allah, nama-nama para Nabi dan yang lainnya. Wallahu a’lam.

( Dijawab oleh : Achmed Alfaqiir Attaqsiir, Kudung Khantil Harsandi Muhammad, Ubaid Bin Aziz Hasanan, Cham Diya dan Siroj Munir )


Referensi :
1. Syarah Al Bukhari Li Ibnu Al Batthol, Juz : 5  Hal : 59 - 60
2. Syarah As Sunnah Li Al Baghowi, Juz : 8  Hal : 221
3. Faidlul Qodir, Juz : 5  Hal : 173


Ibarot :
Syarah Al Bukhari Li Ibnu Al Batthol, Juz : 5  Hal : 59 - 60


كان للرسول (صلى الله عليه وسلم) فى حائطنا فرس، يقال له: اللحيف. 1711 / وفيه: أبو قتادة، أنه خرج مع الرسول، (صلى الله عليه وسلم) ، فتخلف أبو قتادة، فركب فرسا يقال له: الجرادة. . . الحديث. 1712 / وفيه: معاذ بن جبل، كنت رديف النبى، (صلى الله عليه وسلم) ، على حمار، يقال له: عفير، فقال: (يا معاذ، هل تدرى حق الله على عباده) ؟ الحديث. 1713 / وفيه: أنس، كان فزع بالمدينة، فاستعار الرسول (صلى الله عليه وسلم) فرسا يقال له: المندوب، فقال: (ما رأينا من فزع، وإن وجدناه لبحرا) . قال البخارى: قال بعضهم: اللخيف بالخاء. قال المهلب: فقه هذا الباب جواز تسمية الدواب بأسماء تخصها غير أسماء جنسها

Syarah As Sunnah Li Al Baghowi, Juz : 8  Hal : 221

أخبرنا عبد الواحد بن أحمد المليحي، أنا أحمد بن عبد الله النعيمي، أخبرنا محمد بن يوسف، نا محمد بن إسماعيل، أنا آدم، نا شعبة، عن قتادة، قال: سمعت أنسا، يقول: " كان فزع بالمدينة فاستعار النبي صلى الله عليه وسلم فرسا من أبي طلحة، يقال له: المندوب فركب، فلما رجع، قال: ما رأينا من شيء، وإن وجدناه لبحرا ". - إلى أن قال- وفيه إباحة تسمية الدواب


Faidlul Qodir, Juz : 5  Hal : 173

كان فرسه يقال له المرتجز) قال ابن القيم: وكان أشهب (وناقته القصواء) بضم القاف والمد قيل هي التي تسمى العضباء وقيل غيرها (وبغلته الدلدل) بضم فسكون ثم مثله سميت به لأنها تضطرب في مشيها من شدة الجري يقال دلدل في الأرض ذهب ومر يدلدل ويتدلدل في مشيه يضطرب ذكره ابن الأثير (وحماره عفير) فيه مشروعية تسمية الفرس والبغل والحمار وكذا غيرها من الدواب بأسماء تخصها غير أسماء أجناسها

Hukum memakai emas putih bagi lelaki - Lembaga Fatwa Mesir




Memakai Emas Putih Bagi Laki-laki


Nomor Urut : 268
Tanggal Jawaban : 31/10/2005

Memperhatikan permohonan fatwa No. 2554 tahun 2005, yang berisi: Apa hukum memakai jam tangan yang terbuat dari emas putih bagi lelaki?

Jawaban : Mufti Agung Prof. Dr. Ali Jum'ah Muhammad

Emas putih atau platinum boleh dipakai berdasarkan ijmak para ulama, karena emas putih bukanlah emas seperti yang banyak dikenal orang. Ia memang disebut dengan emas, namun penamaan ini bukanlah penamaan yang sebenarnya, karena hakikat (unsur kimia) antara emas yang sebenarnya dan emas putih ini berbeda.

Adapun yang haram dipakai oleh laki-laki adalah emas kuning seperti yang biasa dikenal orang, yaitu sebuah unsur kimia yang mempunyai nomor atom 79 dan memiliki massa atom 196,967. Dan di dalam hukum, yang menjadi ukuran adalah substansi, bukan nama atau istilah.

Terkadang, nama emas putih juga digunakan untuk menyebut campuran antara emas kuning dan paladium atau unsur lainnya. Untuk model emas putih yang terakhir ini, para ulama berbeda pendapat antara membolehkan dan melarangnya. Yang terbaik adalah bersikap hati-hati dengan tidak memakainya, karena menganggapnya sama dengan emas kuning.

Berdasarkan penjelasan di atas, maka jika yang dimaksud dengan emas putih dalam pertanyaan adalah platinum, maka berdasarkan ijmak ia halal untuk dipakai oleh laki-laki. Namun, jika yang dimaksud adalah campuran antara paladium (atau lainnya) dan emas kuning, maka sebaiknya tidak dipakai oleh laki-laki sebagai implementasi dari sikap wara`.

 Wallahu subhânahu wa ta'âlâ a'lam.


لبس الرجال للذهب الأبيض


الرقـم المسلسل : 268
تاريخ الإجابة : 31/10/2005



اطلعنا على الطلب المقيد برقم 2554 لسنة 2005م المتضمن: طلب إبداء الرأي الشرعي في لبس الرجال ساعة مصنوعة من الذهب الأبيض

الـجـــواب : فضيلة الأستاذ الدكتور علي جمعة محمد

 الذهب الأبيض قد يُطْلَقُ على البلاتين الخالص، وهذا جائز بالإجماع، وليس له من الذهب المعروف إلا اسمه مجازًا فقط مع تغاير الحقيقتين

إذ المحرم شرعًا لبسه على الرجال هو الذهب الأصفر المعروف -أي العنصر الذي يحمل العدد الذري 79، والكتلة الذرية 196.967 في الجدول الدوري- والعبرة في الأحكام بالمسميات لا بالأسماء

وقد يطلق الذهب الأبيض على السبيكة المكونة من خليط الذهب الأصفر مع البلاديوم، وهذا قد انقسم أهل العلم فيه إلى مبيح ومانع، والأورع ترك استعمال الرجال له؛ إلحاقًا له بالذهب الأصفر المعروف
.
    وعليه؛ فإذا كان المقصود بالذهب الأبيض البلاتين فهو حلال بالإجماع، وإن كان المقصود سبيكة البلاديوم والذهب الأصفر فالأورع تركه للرجال. والله سبحانه وتعالى أعلم


Sumber : Situs Lembaga Fawa Mesir / دار الإفتاء المصرية
http://www.dar-alifta.org/viewfatwa.aspx?id=268&mu&Home=1&LangID=1
 

Wanita Menjadi Imam Shalat Lelaki - Fatwa MUI



WANITA MENJADI IMAM SHALAT

بسم الله الرحمن الرحيم

FATWA
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Nomor: 9/MUNAS VII/MUI/13/2005
Tentang
WANITA MENJADI IMAM SHALAT


Majelis Ulama Indonesia (MUI), dalam Musyawarah Nasional MUI VII, pada 19-22 Jumadil Akhir 1426 H. / 26-29 Juli 2005 M., setelah :

MENIMBANG:
a.  bahwa belakangan ini umat Islam dikejutkan oleh peristiwa wanita menjadi imam shalat berjama’ah di mana makmumnya terdapat kaum lelaki;
b.  bahwa untuk memberikan kepastian hukum dalam syari’at Islam, MUI memandang perlu menetapkan fatwa tentang hukum wanita menjadi imam shalat, untuk dijadikan pedoman bagi umat Islam.

MENGINGAT:
1.  Firman Allah SWT, antara lain:

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ

Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita)… (QS. al-Nisa [4]: 34).

2.  Hadis-hadis Nabi s.a.w., antara lain:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ أُمَّ وَرَقَةَ أَنْ تَؤُمَّ أَهْلَ دَارِهَا (رواه أبو داود والحاكم

Rasulullah memerintahkan Ummu Waraqah untuk menjadi imam bagi penghuni rumahnya (HR. Abu Dawud dan al-Hakim).

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَرَ أُمَّ وَرَقَةَ أَنْ تَؤُمَّ نِسَاءَ أَهْلَ دَارِهَا (رواه الدارقطني

Rasulullah memerintahkan Ummu Waraqah untuk menjadi imam bagi kaum perempuan penghuni rumahnya (HR. Daraquthni)

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَؤُمَّنَّ امْرَأَةٌ رَجُلًا (رواه ابن ماجة

Rasulullah bersabda: “Janganlah seorang perempuan menjadi imam bagi laki-laki” (HR. Ibnu Majah)

قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: التَّسْبِيحُ لِلرِّجَالِ وَالتَّصْفِيقُ لِلنِّسَاءِ (رواه مسلم

Rasulullah bersabda: “(Cara makmum mengingatkan imam yang mengalami kekeliruan adalah dengan) membaca tasbih bagi makmum laki-laki dan bertepuk tangan bagi makmum perempuan” (HR. Muslim)

خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا، وَشَرُّهَا آخِرُهَا، وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا، وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا

Rasulullah bersabda: “Saf(barisan dalam salat berjamaah) terbaik untuk lakil-laki adalah saf pertama (depan) dan saf terburuk bagi mereka adalah saf terakhir (belakang); sedangkan saf terbaik untuk perempuan adalah saf terakhir (belakang) dan saf terburuk bagi mereka adalah saf pertama (depan)”

يَقْطَعُ الصَّلَاةَ الْمَرْأَة وَالْكَلْبُ ُ وَالْحِمَارُ (رواه مسلم

Rasulullah bersabda: “Salat dapat terganggu oleh perempuan, anjing dan himar” (HR. Muslim)

أَفْضَلُ صَلَاةِ الْمَرْأَةِ فِي قَعْرِ بَيْتِهَا (رواه البخاري

Rasulullah bersabda: “(Melaksanakan) salat yang paling baik bagi perempuan adalah di dalam kamar rumahnya” (HR. al-Bukhari)

3.  Ijma’ shahabat bahwa di kalangan mereka tidak pernah ada wanita yang menjadi imam shalat di mana di antara makmumnya adalah laki-laki. Para shahabat juga berijma’ bahwa wanita boleh menjadi imam shalat berjama’ah yang makmumnya hanya wanita, seperti yang dilakukan oleh A’isyah dan Ummu Salamah r.a. (Tuhfah al-Ahwazi li-al-Mubarakfuri).

4.  Qa’idah fiqh:

الأصل فى العبادات التوقيف والإتباع

“Hukum asal dalam masalah ibadah adalah tauqifdan ittiba’(mengikuti petunjuk dan contoh dari Nabi).”

MEMPERHATIKAN:
1.  Pendapat para ulama dalam kitab al-Ummli-al-Syafi’i, al-Majmu’ Syarah al-Muhazzab li-al-Nawawi, dan al-Mughni li-Ibn Qudamah.
2.  Kenyataan bahwa sepanjang masa sejak zaman Nabi Muhammad s.a.w. tidak diketahui adanya shalat jama’ah di mana imamnya wanita dan makmunya.
3.  Pendapat Sidang Komisi CBidang Fatwa pada Munas VII MUI 2005.

Dengan bertawakkal kepada Allah SWT

MEMUTUSKAN

MENETAPKAN:  FATWA WANITA MENJADI IMAM SHALAT
1.  Wanita menjadi imam shalat berjama’ah yang di antara makmumnya terdapat orang laki-laki hukumnya haram dan tidak sah.
2.  Wanita menjadi imam shalat berjama’ah yang makmumnya wanita, hukumnya mubah.

Ditetapkan di: Jakarta
Pada tanggal: 21 Jumadil Akhir 1426 H.
28 J u l i 2005 M


MUSYAWARAH NASIONAL VII
MAJELIS ULAMA INDONESIA

Pimpinan Sidang Komisi C Bidang Fatwa

Ketua
ttd
K.H. Ma’ruf Amin

Sekretaris
ttd
Drs. H. Hasanuddin, M.Ag


Sumber : Situs Resmi Majelis Ulama Indonesia
http://www.mui.or.id/