Template information

Menyentuh Anak Bibi, Apakah Membatalkan Wudhu?

Pertanyaan:
Assalamu'alaikum Ustadz yang Insya Allah dirahmati Allah SWT.
Teman Saya Pernah Bertanya Kepada Saya Tentang Bagaimana hukumnya berjabat tangan dengan Anak(laki-laki) dari kakaknya Bude (Saudara ibu saya). namun karena keawaman saya. saya tidak berani menjawabnya. > mohon penjelasannya agar saya bisa menyambung lidah jawaban dari Ustadz. Syukron.

(Dari: hakim alayyubi)

Jawaban:

Wa'alaikum salam warohmatulloh wabarokatuh..

Anak laki-laki dari saudara ibu (ibnul 'ammah) bukan termasuk mahrom (orang yang tidak boleh dinikahi), karena itu ia termasuk ajnabi (lelaki lain/boleh dinikahi). Maka dari itu menyentuhnya membatalkan wudhu'. Wallahu a'lam.

Referensi:
1. Al-Mausu'ah Al-Fiqhiyah Al-Kuwaitiyah, jilid 33 hal. 37

أَمَّا غَيْرُ الْمَحَارِمِ فَبَقِيَّةُ الْقَرَابَاتِ غَيْرُ مَنْ ذُكِرَتْ كَبِنْتِ الْخَالِ وَبِنْتِ الْخَالَةِ وَبِنْتِ الْعَمِّ وَبِنْتِ الْعَمَّةِ وَبَنَاتِ هَؤُلاءِ

"Sedangkan orang-orang yang tidak termasuk mahram yaitu semua kerabat selain yang telah dijelaskan sebelumnya, seperti anak perempuan paman/bibi dari jalur ayah dan anak perempuan paman/bibi dari jalur ibu."

Cara Membersihkan Najisnya Anjing (Najis Mugholladhoh)


Pertanyaan:
Assalamu'alaikum..
Afwan ustadz, saya mau tanya bagaimana cara membersihkan najisnya anjing yang masuk kedalam musholla?

(Dari: 0823 3330 XXXX)


Jawaban:
Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarakatuh
Anjing adalah satu dari dua binatang yang dikategorikan sebagai najis mugholladhoh (najis yang berat) menurut madzhab syafi'i, hewan lain yang dihukumi najis mugholladhoh adalah babi. Benda yang terkena anjing dihukumi najis apabila anjing tersebut dalam keadaan basah atau benda tersebut basah atau yang terkena adalah benda cair.

Cara menghilangkan najisnya adalah dengan menghilangkan najis  yang menempel pada benda tersebut terlebih dahulu (jika memang masih ada), setelah itu  disiram/dibasuh dengan air sebanyak 7 kali basuhan, salah satu dari 7 basuhan tersebut dicampur dengan debu.

Ketentuan-ketentuan hukum diatas berdasarkan beberapa hadits, diantaranya sabda Rasulullah shallalahu 'alaihi wasallam:

إِذَا شَرِبَ الكَلْبُ فِي إِنَاءِ أَحَدِكُمْ فَلْيَغْسِلْهُ سَبْعًا

"Jika anjing minum didalam bejana salah seorang diantara kalian, maka basuhlah sebanyak tujuh kali." (Shahih Bukhari, no.172 dan Shahih Muslim, no.279)

dan sabda Rasulullah shallalahu 'alaihi wasallam:

طَهُورُ إِنَاءِ أَحَدِكُمْ إِذَا وَلَغَ فِيهِ الْكَلْبُ، أَنْ يَغْسِلَهُ سَبْعَ مَرَّاتٍ أُولَاهُنَّ بِالتُّرَابِ

"Sucinya bejana kalian apabila ia dijilat oleh anjing adalah dengan mencucinya tujuh kali, yang pertama dengan debu." (Shahih Muslim, no.279)

Dalam satu riwayat lainnya menggunakan redaksi:

إِحْدَاهُنَّ بِالْبَطْحَاءِ

"Salah satunya dengan kerikil (maksudnya debu)." (Sunan Daruquthni, no.192)

Wallahu a'lam.

(Dijawab oleh: Siroj Munir)


Referensi:
1. Al-Muhadzdzab, jilid 1 hal. 94

فصل: وإذا ولغ الكلب في إناء أو أدخل عضواً منه فيه وهو رطب لم يطهر الإناء حتى يغسل سبع مرات إحداهن بالتراب لما روى أبو هريرة أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: طهور إناء أحدكم إذا ولغ فيه الكلب أن يغسل سبع مرات إحداهن بالترابه

2. At-Tadzhib Fi Adillati Matan Ghoyah Wat Taqrib, hal. 35

ويغسل الإناء من ولوغ الكلب والخنزير سبع مرات إحداهن بالتراب (3
  .............................
3 - روى البخاري (170) ومسلم (279)، عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: إذا شرب الكلب في إناء أحدكم فليغسله سبعا. وفي رواية لمسلم: طهور
إناء أحدكم إذا ولغ فيه الكلب أن يغسله سبع مرات أولاهن بالتراب. وللدارقطني (1/ 65): (إحداهن بالبطحاء) [ولغ: شرب. البطحاء: وهي الحصى الصغار، والمراد التراب
وقيس بالكلب الخنزير لأنه أغلظ منه، وبالفم غيره من باب أولى، كما دل ذلك علي نجاسة عينه